Tim Verlap Kampung Bebas Jentik Adakan Penilaian di RW 13 Penggilingan
Tim Verifikasi Lapangan (Verlap) lomba Kampung Bebas Jentik Tingkat Provinsi DKI Jakarta melakukan penilaian di RW 13, Kelurahan Penggilingan, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur
"Program satu rumah satu Jumantik"
Asisten Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Kota Jakarta Timur, Ahmad Salahudin mengatakan, proses penilaian lomba Kampung Bebas Jentik dilakukan secara berjenjang, mulai dari tingkat kelurahan, kecamatan, kota, hingga provinsi.
Pemantauan Jentik Nyamuk di RW 08 Kelapa Dua Manfaatkan IT"Setelah berhasil menjadi yang terbaik di tingkat kota, RW 13 Penggilingan kini dipercaya mewakili Jakarta Timur dalam kompetisi tingkat provinsi," ujarnya, Senin (2/11).
Ia optimistis, RW 13, Kelurahan Penggilingan mampu meraih juara pertama karena didukung pelaksanaan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dan keberadaan juru pemantau jentik (Jumantik) mandiri yang berjalan aktif.
"Ini merupakan serangkaian proses yang sudah dilakukan secara bertahap. Mulai usulan dari tingkat kelurahan, kemudian kecamatan dan kota. Kita harus optimistis untuk bisa mendapatkan juara satu tingkat provinsi," terangnya.
Menurutnya, RW 13 Kelurahan Penggilingan memiliki keunggulan karena sepanjang 2026 tidak ditemukan kasus DBD. Selain itu, wilayah tersebut juga berhasil mempertahankan kondisi bebas jentik nyamuk hingga 100 persen atau zero case berdasarkan data yang disampaikan.
Ia berharap, keikutsertaan dalam lomba tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial atau menggugurkan kewajiban, tetapi mampu memperkuat kesadaran masyarakat untuk menjadikan pemberantasan sarang nyamuk sebagai budaya hidup sehari-hari.
"Program satu rumah satu Jumantik harus terus dipertahankan dan ditingkatkan agar pengawasan terhadap potensi perkembangbiakan nyamuk dapat dilakukan secara masif dan berkelanjutan," ungkapnya
Ketua Tim Verlap lomba Kampung Bebas Jentik, Aan Aryanti memaparkan, verifikasi dilakukan untuk mencocokkan paparan dan data yang disampaikan pihak wilayah dengan kondisi sebenarnya di lapangan.
Selain menjalani verifikasi, RW 13, Kelurahan Penggilingan juga dijadwalkan memaparkan program dan capaian Kampung Bebas Jentik di hadapan tim penilai Dinas Kesehatan DKI Jakarta pada 11 November mendatang.
"Ini penilaian pertama di lapangan tahun 2026. Besok kita lanjutkan di wilayah lain. Pada tanggal 11 November, semua perwakilan dari enam wilayah akan paparan pada tim penilai di Dinas Kesehatan DKI," bebernya.
Aan menambahkan, pemenang lomba akan diumumkan dalam puncak peringatan Hari Kesehatan Nasional tingkat Provinsi DKI Jakarta pada 13-14 November 2026 di MaxHub Blok M, Jakarta Selatan.
Lurah Penggilingan, Boval Yuliansyah menuturkan, RW 13 dipilih mewakili Jakarta Timur karena memiliki catatan nihil kasus DBD dan tidak ditemukan jentik nyamuk.
Ia menyebut, dari 20 RW di Kelurahan Penggilingan, terdapat empat RW yang tercatat nihil kasus DBD. Namun, tiga RW lainnya berada di kawasan rumah susun (Rusun).
"RW 13 dipilih untuk mengikuti lomba karena dinilai memiliki dukungan aktif dari kader dan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan," jelasnya.
Sementara itu, Ketua RW 13, Kelurahan Penggilingan, Priyo Adi Wibowo memberikan apresiasi kepada jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur yang telah memberikan kepercayaan kepada wilayahnya untuk mewakili kota dalam lomba tersebut.
"Keberhasilan menjaga lingkungan tidak terlepas dari keterlibatan seluruh warga yang secara rutin melaksanakan PSN dua kali dalam sepekan, yakni setiap Selasa dan Jumat," ucapnya.
Wilayah RW 13, lanjut Priyo, memiliki sekitar 4.000 jiwa yang tersebar di 10 RT. Seluruh warga dan kader bergotong royong melakukan pemeriksaan lingkungan untuk mencegah munculnya tempat perkembangbiakan nyamuk.
"Kita merasa bangga dan akan berusaha untuk menjadikan wilayah Jakarta bebas jentik nyamuk. Alhamdulillah, dari Januari hingga November angka DBD nihil dan jentik nyamuk juga tidak ada," tandasnya.